MisiNews.id |Kota Palembang kembali menunjukkan eksistensinya di panggung seni nasional. Kali ini, tiga seniman pantomim asal Palembang tampil dalam Festival HUMANOID 2025, ajang manusia patung terbesar di Indonesia.
Ketiganya adalah Ahmad Joni Arla, Hairul Saleh, dan Muhammad Dandi (Bebeg). Mereka tergabung dalam Palembang Mime Club, dan menjadi wakil Sumatera Selatan di ajang bergengsi ini.
Festival ini digelar oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta bersama UPK Kota Tua dan ASPI (Perkumpulan Seniman Pantomim Indonesia). Acara dipusatkan di kawasan bersejarah Plaza Fatahillah, Kota Tua Jakarta.
Peserta dari Berbagai Kota dan Negara
Menariknya, festival tahun ini diikuti oleh 30 peserta dari lima kota besar Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Yogyakarta, dan Palembang. Selain itu, turut hadir peserta dari Kuala Lumpur dan Bangkok, menjadikan acara ini berskala internasional.
Ketua Pelaksana ASPI, Septian Dwi Cahyo, menyebut bahwa festival ini tidak hanya kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan hiburan publik. Oleh karena itu, acara ini terbuka untuk umum dan disambut antusias oleh pengunjung Kota Tua.
“Festival HUMANOID menggabungkan seni pertunjukan diam dengan unsur budaya lokal dan kreativitas modern,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Palembang rutin berpartisipasi sejak 2023, dan terus menunjukkan perkembangan dalam kostum serta ekspresi seni.
Mengusung Tema “Pesona Bahari”
Pada tahun ini, festival mengangkat tema “Pesona Bahari”. Tema tersebut terinspirasi dari keindahan pantai dan kawasan pesisir Jakarta seperti PIK, Ancol, dan Kepulauan Seribu. Melalui kostum dan tata rias khas, para peserta menyampaikan pesan budaya laut Nusantara secara visual.
Selain sebagai kompetisi, acara ini juga menjadi momen kolaborasi lintas budaya. Oleh karena itu, partisipasi seniman Palembang sangat diapresiasi oleh panitia.
Kesan dari Seniman Palembang
Salah satu peserta, Hairul Saleh, mengungkapkan rasa bangganya mewakili Palembang di ajang nasional ini. Ia berharap festival seperti ini terus berlanjut dan menjadi ruang pertemuan seniman dari berbagai daerah.
“Kami senang bisa tampil. Walau belum juara, kami membawa nama baik Palembang. Semoga festival ini terus digelar dan makin banyak seniman yang terlibat,” ujar Hairul. *















