Padam 13 Jam, Respons PLN Dinilai Tak Profesional dan Minim Penjelasan

Misinews.id  | Palembang, – Pemadaman listrik selama lebih dari 13 jam di wilayah perbatasan Kelurahan Sukarami dan Kelurahan Sukajaya, Palembang, pada Senin (3/11/2025), menimbulkan keresahan sekaligus kemarahan warga.

Listrik dilaporkan padam sejak pukul 11.30 wib siang (3/11) dan baru menyala kembali sekitar pukul 2.00 wib dini hari (4/11). Kawasan yang terdampak di antaranya Komplek Perumahan Griya Mutiara, Perumahan Puri 3 RT 48 Kelurahan Sukarami, dan Perumahan Nuansa Dago RT 96 Kelurahan Sukajaya.

Manager Komunikasi & TJSL PLN UID S2JB, Iwan Arissetyadhi, saat dikonfirmasi wartawan, hanya menyebut padamnya listrik disebabkan adanya proses perbaikan yang dilakukan petugas.

“Sedang dilakukan perbaikan oleh petugas, jadi padamnya sore ini karena gangguan yang tadi siang,” kata Iwan singkat.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai penyebab gangguan yang memakan waktu begitu lama, Iwan tidak memberikan keterangan detail. Bahkan ketika ditanya apakah gangguannya tergolong berat, ia hanya menjawab, “Iya Mas, mohon doanya, semoga segera diperbaiki dan tidak ada kendala lainnya.”

Minimnya informasi dari pihak PLN membuat warga kecewa. Bagi masyarakat, pemadaman listrik selama lebih dari setengah hari bukan hanya soal gelap, tetapi sudah mengganggu produktivitas dan kehidupan sehari-hari.

Aktivitas Warga Terganggu Total
Warga mengaku aktivitas mereka lumpuh akibat padamnya listrik. Cuaca panas tanpa kipas angin atau pendingin udara membuat suasana tidak nyaman, sementara pekerjaan daring, usaha rumahan, hingga kegiatan belajar anak-anak terhenti total.

Hermi, warga Perumahan Puri 3, mengeluhkan padamnya listrik sejak siang hingga malam tanpa perbaikan yang terlihat jelas. Ia menuturkan, akibat listrik mati, aktivitas jualan onlinenya berhenti, ponsel kehabisan baterai, dan anaknya yang tengah kuliah tak bisa menyelesaikan tugas.

“Padam dari siang sampai malam apo idak dibeneri oleh wong PLN. Mano cuaca panas, kulkas mati, hape lobet, WiFi mati, jualan online aku jadi katek yang mesen lantaknyo. Anak aku yang kuliah dak biso belajar, ado tugas lantak abes batere. Tolonglah PLN, kalau sejam duo jam masihlah nerimo mati lampu, tapi ini dari siang sampai tengah malam. Iwak di kulkas dak tau lagi kondisinyo, Ya Allah, luar biaso,” keluhnya.

Kritik keras juga datang dari Awan, warga RT 48 Kelurahan Sukarami. Ia menilai lamanya padam listrik menunjukkan lemahnya sistem dan rendahnya profesionalisme PLN.

Menurutnya, perusahaan sebesar PLN seharusnya diisi oleh tenaga ahli yang kompeten di bidangnya. Jika pekerjaan mereka setiap hari berkaitan dengan kelistrikan, kata Awan, seharusnya mereka mampu menangani gangguan secara cepat dan efisien.

“Harusnya PLN itu diisi oleh orang-orang yang benar-benar ahli di bidangnya. Pekerjaan mereka kan sudah jelas, setiap hari berurusan dengan kelistrikan. Tapi kalau perbaikannya sampai makan waktu 13 jam lebih, tentu ini menimbulkan pertanyaan besar. Kita menyayangkan hal seperti ini bisa terjadi, seolah bukan dikerjakan oleh tenaga profesional. Ini harus jadi bahan koreksi bagi pihak terkait,” tegas Awan.

Ia juga menambahkan bahwa perlu dilakukan audit terhadap PLN, baik dari sisi sumber daya manusia maupun penggunaan anggaran yang dialokasikan untuk perawatan dan perbaikan jaringan listrik.

“Harus diaudit, mulai dari SDM hingga dana yang dikucurkan, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan lapangan atau ada hal lain yang perlu dikaji. Selain itu, PLN juga seharusnya memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak padam listrik selama 13 jam ini, bukan hanya meminta maaf dan memohon doa. Warga sudah terlalu sering diminta pengertian, tapi tidak pernah diberi kepastian,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Tamin, warga Perumahan Nuansa Dago Keurahan Sukajaya, yang menilai PLN seolah tidak siap menghadapi gangguan besar. Ia menilai pelanggan berhak mendapatkan penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan yang memakan waktu lama.

” Kemarin baru pulang dari pasar KM 5 untuk membeli keperluan dapur satu minggu, setelah ikan dan ayam dibersihkan istri, tiba-tiba listrik mati. sempat berharap cuma sebentar, tapi listrik mati lebih dari 13 jam. belum tau pak ini bagaimana kondisi ikan dan ayam di kulkas, belum lagi anak-anak tidak bisa tidur karena kepanasan akibat tidak bisa menyalakan kipas angin dan AC,’ tambah Tamin.

Ketiadaan transparansi dari PLN membuat banyak warga mempertanyakan akuntabilitas perusahaan pelat merah tersebut. Pemadaman listrik berkepanjangan di tengah situasi ekonomi yang serba digital saat ini dinilai tidak bisa lagi dianggap gangguan biasa.

Warga berharap PLN memperbaiki sistem tanggap darurat dan meningkatkan kualitas komunikasi publik agar tidak sekadar menenangkan pelanggan dengan kalimat “sedang diperbaiki”, tanpa penjelasan yang substansial. (*aa)