Kupas Tuntas Strategi dan Regulasi Bisnis Apotek: Ratusan Apoteker Hadiri Peluncuran HISFARMA Sumsel di Palembang

Misinews.id | Palembang, – Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat (HISFARMA) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) secara resmi diluncurkan hari ini, ditandai dengan penyelenggaraan Seminar Nasional bertajuk “Apoteker Eksis Kunci Sukses Bisnis Apotek” di Ballroom Swarna Dwipa.

Acara ini menjadi momen bersejarah bagi profesi apoteker di Sumsel, serta menekankan pentingnya peran apoteker sebagai praktisi kesehatan sekaligus wirausaha .

Acara diawalin dengan sambutan ketua panitia oleh Ketua Panitia Pelaksana, apt. M. Arif Rahman, S.Farm , yang melaporkan antusiasme yang luar biasa. Sekitar 200an lebih yang hadir, angka ini menunjukkan tingginya kesadaran rekan-rekan apoteker untuk meningkatkan kompetensi.

Acara ini adalah wujud nyata komitmen HISFARMA Sumsel untuk memperkuat peran apoteker, tidak hanya sebagai pelayan kesehatan, namun juga sebagai pemimpin dan wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja dan inovasi. Kami ingin apoteker Sumsel benar-benar eksis dan menjadi kunci sukses bisnis apotek, jelas Arif.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Hj. Fenty Aprima, M.Kes, Sp.KKLP . Beliau menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya ini, menyatakan, “Pemerintah daerah sangat mendukung upaya peningkatan pelayanan mutu kesehatan. Dalam konteks ketahanan pangan dan kesehatan, peran apoteker sangat vital, terutama dalam bagaimana obat diberikan dan pasien dilayani sebaik-baiknya. Peningkatan mutu pelayanan apoteker mutlak diperlukan agar apoteker bisa eksis dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. ”

Acara inti diawalin dengan Lauching HISFARMA Sumsel dan pengenalan kepengurusan periode 2025-2029. Ketua HISFARMA Sumsel terpilih, apt. Berly Surya Dharma,S.Farm memperkenalkan organisasi ini sebagai wadah bagi apoteker yang fokus pada pelayanan farmasi komunitas dan pemberdayaan masyarakat.

“HISFARMA hadir untuk menjadi rumah bagi apoteker yang ingin berkembang, berinovasi dalam pelayanan, dan yang penting, berani menjadi pengusaha apotek yang sukses. Kami akan fokus pada peningkatan kompetensi bisnis dan manajerial apoteker agar dapat menciptakan dampak ekonomi positif,” ujar Berly.

Lebih lanjut, HISFARMA Sumsel dibangun di atas tiga nilai utama sebagai landasan gerak organisasi: 1. Pengembangan SDM Farmasi; HISFARMA berkomitmen meningkatkan kapasitas apoteker melalui pelatihan, workshop, diskusi ilmiah, serta penguatan keterampilan praktis yang relevan dengan tuntutan industri farmasi modern. 2. Konektivitas & Kolaborasi; Organisasi ini berperan sebagai penghubung antara apoteker, industri farmasi, pemilik sarana, akademisi, dan stakeholder kesehatan lainnya, guna menciptakan ekosistem bisnis apotek yang sehat, adaptif, dan berdaya saing tinggi. 3.Entrepreneurship & Empowerment; HISFARMA mendorong apoteker untuk tampil lebih percaya diri, mandiri, serta mampu mengambil keputusan strategis dalam pengelolaan dan pengembangan apotek, sehingga memiliki daya tawar dan kontribusi ekonomi yang lebih kuat.

“Dengan fondasi nilai tersebut, HISFARMA Sumsel menegaskan posisinya sebagai motor penggerak penguatan kompetensi, jejaring, dan kemandirian apoteker, khususnya di sektor farmasi komunitas dan kewirausahaan apotek,” tambahnya.

Seminar Nasional ini menghadirkan narasumber praktisi dan regulator terkemuka. Salah satu materi yang paling dinanti adalah dari apt. Rahmat Hidayat, S.Farm., M.Sc. , dengan tema “Be Smart Pharmacist: Teknik Komunikasi Swamedikasi di Apotek untuk Meningkatkan Omset Apotek” .

Rahmat Hidayat mengungkap strategi bahwa omset apotek tidak hanya bergantung pada stok obat, tetapi pada kualitas soft skill apoteker.

“Apoteker modern harus cerdas dan memiliki wawasan edukasi yang berkualitas serta menaikkan omset dan citra apotek. Mereka harus mampu mengubah interaksi konsultasi swamedikasi yang awalnya hanya transaksi kesehatan menjadi peluang peningkatan penjualan yang etis dan profesional. Kunci utamanya adalah komunikasi empati yang dapat meyakinkan pasien untuk mengambil pilihan pengobatan yang direkomendasikan apoteker,” ungkapnya, menekankan bahwa kemampuan konsultasi yang baik adalah instrumen bisnis yang paling kuat.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang membangun pola pikir pharmapreneur dan bisnis apotek dari nol oleh apt. Imelda, S.Si., M.Farm., FACP seorang pengusaha apotek. Beliau menegaskan bahwa kesuksesan dalam bisnis apotek terletak pada kesiapan apoteker untuk bertransformasi dari sekedar profesional klinis menjadi Pharmapreneur sejati.

Memulai bisnis apotek tidak harus menunggu modal besar, melainkan dimulai keberanian mengubah pola pikir, identifikasi pasar, dan menyusun model bisnis yang inovatif.

Pentingnya Leadership Penunjang Eksistensi Apoteker di Apotek oleh apt. Dedi Trisaputra, S.Farm., M.Kes, serta beliau juga memberikan dukungan penuh atas inisiatif ini.

“Peluncuran HISFARMA Sumsel adalah langkah strategis untuk memajukan praktik kefarmasian di tingkat komunitas. Kami mendorong seluruh apoteker untuk terus meningkatkan keahlian, memanfaatkan peluang bisnis, dan secara profesional menjaga mutu pelayanan. Apoteker harus eksis, karena keberadaan kita adalah penentu kualitas kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Bedah Tuntas Persyaratan Perizinan pendirian suatu apotek dari apt. Tien Atika, S.Si., MKM dari Dinkes Kota Palembang, serta Standar Praktek Kefarmasian di apotek sesuai regulasi Permenkes No. 73 Th 2016 yang disampaikan oleh apt. Aquirina Leonora, S.Si., dari BPOM Palembang.
Kegiatan ini menegaskan komitmen IAI dan HISFARMA Sumsel untuk mencetak apoteker yang tidak hanya profesional dalam praktik klinis, tetapi juga sukses dalam mengelola dan mengembangkan bisnis kefarmasian, selaras dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri kesehatan. Terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir serta terima kasih seluruh pihak dan sponsor yang mendukung acara ini.

Penulis
apt.Trie Gusti Lingling,S.Farm
Hisfarma Sumsel